Review Perpustakaan Tangsel: Fasilitas, Koleksi, dan Pengalaman Berkunjung Bersama Anak

Assalamualaikum, hai apa kabar teman-teman semua? semoga dalam keadaan baik ya! 

Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalaman berkunjung bersama anak-anak ke Perpustakaan di Tangerang Selatan. Semenjak kami pindah dari Bandung ke Tangerang Selatan, kami belum sempat mampir ke perpustakaan nya karena kesibukan juga beberapa kejutan setelah pindah ke Tangerang Selatan, seperti adaptasi Nada pindah sekolah lalu tiba-tiba aku kembali bekerja setelah sekian lama vacum dari pekerjaan public, belum lagi bulak balik Bandung karena menyelesaikan sekolah Diploma Montessori. Ah.. kalau di runut sebenarnya banyak sekali yang sudah aku dan keluarga alami namun alhamdulillah semua terlewati dengan sangat baik berkat pertolongan Allah.


Minggu ini kami tidak kemana-mana biasanya selalu adagenda, ayah Bilal ada agenda dengan bapak-bapak komplek untuk kerja bakti. Aku dan anak-anak juga kerja bakti dirumah, hehe. Setelah rumah rapi dan makan, kami bersiap menuju perpustakaan. Sebenarnya lokasinya tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal kami, sekitar 30 menit dengan menggunakan sepeda motor. Anak-anak juga sudah antusias untuk berangkat karena sudah lama sekali mereka tidak berkunjung ke perpustakaan. Dulu kami pernah berkunjung ke Perpustakaan Nasional di Jakarta. Pernah juga ke DISARPUS Bandung. Dan kali ini ke Perpus Tangerang Selatan, ada apa saja disana?

Kesan Pertama

Pertama masuk kami melewati halaman yang cukup luas, terdapat masjid juga diluar dan tiba lah di parkiran. Saat kami masuk, kami menuju meja administrasi untuk mengetahui apa saja yang perlu dilakukan sebelum masuk. Ternyata kami diminta abensi dulu di dalam komputer, karena belum memiliki kartu anggota sehingga abensi di dilakukan dengan non-anggota. Kami juga diarahkan untuk menyimpan tas dan barang bawaan di loker. Dilarang membawa makanan dan makan selama berada di perpustakaan, namun untuk botol minum boleh. Aku juga bertanya tentang proses peminjaman buku dan ternyata bisa dilakukan di hari itu juga dengan membuat kartu anggota, selengkapnya nanti aku cerita ya!


Nah kami sempat salfok dengan sepatu dan sendal yang cukup banyak dan agak berantakan didepan, menandakan pengunjung di hari itu cukup banyak. Kami melihat terdapat rak sepatu juga namun mungkin masih banyak yang belum 'ngeh' atau sedang malas menyimpan ke rak, padahal dekat lho rak nya dan masih kosong, hehe. Di area depan terdapat sofa juga buku-buku terbaru yang belum boleh dipinjam, hanya bisa dibaca ditempat saja. rata-rata buku komik anak-anak saat itu. Kami langsung masuk dan ternyata benar saja, hari itu cukup banyak pengunjung dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan satu keluarga.

Mengenal Perpustakaan Umum Kota Tangerang Selatan


Perpustakaan Umum Kota Tangerang Selatan berada di :
Jl. Ciater Raya No. 101, Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310. 
Dari tempat tinggal kami, kurang lebih sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor, jadi cukup mudah untuk dijangkau.

Perpustakaan ini berada di bawah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangerang Selatan dan terbuka untuk masyarakat umum. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi buku untuk anak-anak hingga dewasa, ruang baca, area khusus anak, serta fasilitas pendukung lainnya.

Untuk jam operasionalnya juga cukup ramah bagi keluarga karena perpustakaan tetap buka di akhir pekan. Saat ini jam layanan yang tercantum adalah:
Senin–Kamis: 08.00–16.00 WIB
Jumat: 08.00–15.00 WIB
Sabtu–Minggu: 09.00–14.00 WIB
Jadi, kalau teman-teman ingin mengajak anak berkunjung saat akhir pekan seperti kami, masih bisa datang dari pukul 09.00 sampai 14.00 WIB. Sebelum berangkat, sebaiknya tetap mengecek informasi terbaru dari pihak perpustakaan, terutama jika bertepatan dengan hari libur nasional atau ada perubahan jam layanan.

Menurutku, salah satu hal yang cukup menyenangkan dari perpustakaan ini adalah fasilitasnya yang bisa dinikmati oleh berbagai usia. Hari itu kami melihat cukup banyak pengunjung, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, sampai keluarga yang datang bersama-sama.

Bagian yang Paling Disukai Anak-anak

Awal datang kami langsung masuk ke Ruang baca anak. disana anak-anak langsung pilih-pilih buku yang menarik untuk mereka. Setelah dapat, kita baca bersama-sama. disana terdapat tempat duduk yang nyaman juga untuk anak, lesehan pun luas sehingga anak-anak akan leluasa untuk eksplorasi. Namun memang buku-buku saat itu cukup agak berantakan sehingga mencari-pun agak kesulitan.


Ara memang sedang masa aktif bergerak, ketika di perpustakaan masih butuh gerak dan agak worry takutnya menganggu kenyamanan orang lain. Ketika kami sedang berkeliling, eh ternyata ada juga climbing arch untuk ada di area pojok belakang ruang baca anak. Ini win-win solution banget sih, jadi anak-anak yang butuh gerak bisa tuh manjat-manjat dan tetap tenang (tidak lari-lari di dalam perpustakaan). Ara langsung tertarik untuk coba dan betah disana.

Nada senang asik menyimak buku komik yang langsung tamat di hari itu, cari-cari lagi buku komik untuk dipinjam dan dibaca dirumah namun agak kesulitan karena buku-buku kurang tersusun dengan baik. 

Tidak terasa sudah dzuhur, kami bersiap shalat, ada tempat wudhu yang disediakan di dalam toilet, juga musola didalam ruangan sebelah climbing arch. cukup sekita 3-4 orang dan cukup nyaman lengkap dengan peralatan ibadah seperti mukena dan sarung. 


Setelah shalat kami kembali pilih-pilih buku, dan tidak terasa sudah pukul 13.00 WIB artinya 1 jam lagi perpus ini akan tutup. Aku langsung menghampiri petugas untuk menanyakan cara membuat kartu anggota. Salah satu tujuan utama kami datang hari itu memang bukan hanya membaca, tetapi juga membawa pulang beberapa buku untuk dibaca di rumah. 

Maklum, sebagian besar buku anak-anak yang ada di rumah rasanya sudah berkali-kali mereka baca. Ada juga beberapa buku ensiklopedia yang sebenarnya masih bagus, tetapi mungkin sedang tidak terlalu menarik untuk mereka buka kembali. Jadi, daripada terus membeli buku baru, kali ini kami mencoba memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Cara Meminjam Buku 

Ternyata prosesnya cukup mudah dan menurutku lumayan sat-set. Untuk bisa meminjam buku, kita perlu memiliki kartu anggota perpustakaan terlebih dahulu. Bagi orang dewasa, pendaftarannya menggunakan KTP. Setelah proses pendaftaran selesai dan mendapatkan nomor anggota, kita sudah bisa langsung memilih buku yang ingin dipinjam.


Dalam satu kali peminjaman, maksimal bisa membawa pulang 3 buku dengan masa peminjaman selama 1 minggu. Cukup lumayan untuk dibaca bersama anak-anak di rumah.

Untuk anak-anak sendiri sebenarnya juga bisa memiliki kartu anggota. Bedanya, saat mendaftar perlu menggunakan KIA (Kartu Identitas Anak). Jadi kalau anak sudah memiliki KIA, bisa juga sekalian dibuatkan kartu anggota perpustakaan sendiri. Menurutku ini menarik karena sejak kecil anak bisa mulai dikenalkan bahwa ada tempat yang memang bisa mereka datangi untuk memilih dan meminjam buku sendiri.

Kalau bukunya belum selesai dibaca, tersedia juga fasilitas perpanjangan. Hanya saja, dari informasi yang kami dapat, perpanjangan perlu dilakukan dengan datang langsung ke perpustakaan. Sementara untuk pengembalian buku, kita tidak harus selalu datang sendiri karena bisa dititipkan melalui layanan seperti GoSend.

Setelah mengetahui prosesnya cukup mudah, rasanya jadi semakin ingin lebih sering mampir ke sini. Tidak perlu selalu membeli buku baru, kami bisa bergantian membaca koleksi yang ada di rumah dengan buku-buku yang kami pinjam dari perpustakaan.

Hal yang Kusukai dari Perpustakaan Ini

Kalau ditanya apa yang paling aku sukai dari kunjungan kali ini, mungkin jawabannya bukan semata-mata tentang banyaknya koleksi buku. Justru senang melihat anak-anak punya kesempatan untuk memilih sendiri apa yang ingin mereka baca.

Nada misalnya, begitu masuk langsung tertarik dengan buku komik. Ia mengambil, duduk, membaca, lalu ketika sudah selesai mulai mencari lagi buku lain yang kira-kira menarik untuk dibawa pulang. Ada proses sederhana yang sebenarnya menyenangkan untuk diamati seperti anak melihat rak, memilih, membuka halaman, membaca, kemudian memutuskan apakah buku itu menarik atau tidak.

Menurutku pengalaman seperti ini cukup berbeda dengan ketika kita membelikan buku untuk anak. Kalau membeli, sering kali orang tua yang menentukan, “Ini bagus untuk kamu.” Sementara di perpustakaan, anak punya kesempatan untuk mengalami proses memilihnya sendiri.

Aku juga suka dengan ruang baca anaknya yang cukup luas. Ada area lesehan, tempat duduk yang nyaman, dan yang paling menarik untuk kami adalah adanya climbing arch di salah satu sudut ruangan.


Buatku, keberadaan climbing arch ini cukup membantu, terutama karena anak-anak memang tidak semuanya bisa duduk diam dalam waktu lama. Ara yang sedang berada di fase sangat aktif bergerak misalnya, tetap punya kesempatan untuk memenuhi kebutuhan geraknya tanpa harus berlari-lari mengelilingi ruang baca. Jadi setelah membaca dan berkeliling, ia bisa memanjat dan bergerak di area tersebut.
Rasanya seperti menemukan jalan tengah ketika anak tetap bisa bergerak, sementara suasana perpustakaan tetap terjaga.
Dan mungkin ini juga yang aku suka dari perpustakaan sebagai sebuah ruang belajar. Anak tidak hanya belajar dari isi buku, tetapi juga belajar bagaimana berada di ruang bersama orang lain, menjaga suara, menjaga buku, memilih sesuatu yang ingin dipelajari, dan menikmati waktu dengan caranya sendiri.

Tips Berkunjung ke Perpustakaan Bersama Anak

Kalau teman-teman ingin mencoba mengajak anak ke perpustakaan, menurutku tidak perlu terlalu banyak persiapan atau membuat target yang terlalu tinggi.
  • Pilih waktu yang cukup nyaman.
Kalau membawa anak-anak, mungkin lebih enak datang ketika mereka tidak sedang mengantuk, lapar, atau terlalu lelah. Kami sendiri datang setelah menyelesaikan aktivitas di rumah dan makan, jadi suasananya lebih santai.
  • Biarkan anak eksplorasi dan memilih bukunya sendiri.
Tidak apa-apa kalau buku yang dipilih bukan buku yang menurut kita paling edukatif. Bisa jadi anak tertarik dengan komik, buku bergambar, cerita hewan, atau sesuatu yang menurut kita sederhana. Justru dari ketertarikan itulah kebiasaan membaca bisa tumbuh.
  • Tidak perlu menargetkan harus membaca banyak buku.
Menurutku, kunjungan ke perpustakaan bukan perlombaan siapa yang paling banyak membaca. Bisa jadi hari itu anak hanya membaca satu buku. Bisa juga lebih banyak melihat-lihat, bermain di area yang tersedia, atau sekadar mengamati suasana. Tidak masalah.
Yang penting anak-anak mendapatkan pengalaman bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan.
  • Buat kunjungannya terasa seperti quality time.
Duduk bersama, membacakan buku, mendengarkan anak bercerita tentang gambar yang ia lihat, atau sekadar menemani mereka memilih buku. Tidak perlu dibuat terlalu serius. Karena pada akhirnya, mungkin yang akan mereka ingat bukan berapa buku yang berhasil dibaca hari itu, tetapi rasa menyenangkan ketika menghabiskan waktu bersama orang tuanya.

Mengenalkan Banyak Buku tanpa Harus Memiliki Semuanya

Kunjungan sederhana hari itu kembali mengingatkanku bahwa ternyata untuk mencari kegiatan bersama anak tidak selalu harus pergi jauh atau mengeluarkan banyak biaya. Dan buatku, perpustakaan juga menjadi salah satu jawaban dari kegelisahan kecil sebagai orang tua yang ingin mengenalkan buku kepada anak, tetapi di sisi lain tidak ingin rumah terus dipenuhi barang. Kami tetap bisa mengenalkan banyak buku kepada anak tanpa harus memiliki semuanya.


Hari ini meminjam tiga buku, minggu depan mungkin tiga buku yang berbeda lagi. Anak-anak tetap mendapatkan pengalaman membaca dan menemukan cerita baru, sementara rumah tidak harus selalu bertambah penuh dengan buku.
Mungkin memang bukan tentang berapa banyak buku yang kita punya, tetapi tentang seberapa dekat anak dengan buku dan seberapa sering mereka mendapatkan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baru di dalamnya.
Dan rasanya menyenangkan sekali melihat anak-anak mulai punya tempat yang bisa mereka datangi ketika ingin mencari buku. Kalau pengalaman teman-teman bagaimana ketika berkunjung ke perpustakaan di berbagai daerah? sharing di komen ya!

Comments