Cantik dari Dalam dengan Menghargai Diri Sendiri


Assalamualaikum,

Di era industri 4.0 sekarang ini, konstruksi citra cantik tidak hanya digambarkan dalam iklan atau majalah saja, tetapi juga melalui media sosial. Salah satu media sosial yang sering digunakan adalah Instagram (APJII, 2016).
Perasaan insecure yang dialami kebanyakan wanita karena mereka secara tidak sadar sering membandingkan diri dengan orang lain, merasa tidak cantik, tidak percaya diri dan merasa diri tidak berharga. Keberhargaan diri ini disebut dengan self-esteem, yaitu Penilaian ini didasarkan pada seberapa besar penghargaan yang diberikan terhadap diri kita sendiri.

Saat ini media sosial menjadi lingkungan aktif dalam hidup kita, kita nyatanya banyak membandingkan diri kita dengan orang lain hanya dengan melihat postingannya di media sosial. Mau tidak mau, suka tidak suka memang media sosial mempengaruhi diri kita baik sadar atau tidak. Bagaimana pengaruh media sosial pada kesehatan mental?, bisa dibaca disini ya.

Hasil survey yang di lakukan dalam laman instastory pribadi beberapa waktu lalu, bahwa 86% wanita merasa insecure setelah 'jalan-jalan' di media sosial, dan 17% nya mengatakan tidak. Perasaan insecure ini memang fluktuatif namun jika dibiarkan akan semakin mendalam dan dapat mempengaruhi mental diri. 


Bagi wanita, cantik merupakan sesuatu yang perlu diupayakan, tidak sedikit wanita yang rendah diri dengan standar kecantikan yang ada, seperti ; berkulit putih, berbadan langsing, berpakaian bagus, dsb. Hal ini yang menjadikan banyak wanita berlomba-lomba ingin menjadi cantik dengan berbagai perawatan. Sayangnya, masih banyak wanita yang masih memandang cantik hanya dari luar saja. Padahal, cantik yang perlu diupayakan tentu tidak hanya diluar, namun juga dari dalam. Sehingga banyak dari mereka yang masih merasa tidak percaya diri, tidak puas, insecure bahkan merasa diri tidak berharga padahal sudah melakukan berbagai macam perawatan, juga nyatanya sudah cantik.

Faktor apa saja yang menyebabkan perasaan insecure ini muncul? bisa dibaca disini ya. Salah satunya itu tadi, sering membandingkan diri dengan orang lain. Lalu bagaimana cara menghilangkan rasa insecure dan meningkatkan kebehargaan diri?

Cara yang sangat sederhana adalah dengan berupaya mencintai diri sendiri.
Albert Ellis pernah mengungkapkan bahwa kita terjebak dengan keharusan-keharusan (must-urbation) yang kita buat sendiri. kita memberikan conditional positive regard pada diri kita sendiri, kita mencintai diri sendiri dengan syarat.
Ada dua perspektif, yaitu :
  • Bottom up : Jika kita memiliki aspek-aspek diri yang positif, maka otomatis harga diri kita secara keseluruhan akan meningkat. Seperti keberhasilan, pencapaian, kebahagiaan yang kita rasakan akan otomatis membuat diri berharga / meningkatkan harga diri. Ini yang disebut syarat, syarat kita merasa berharga ya ketika merasa berhasil.
  • Top Down : Perspektif ini datang dari Jonathan Brown dan Keith Dutton. Menurut kedua psikolog ini, kita tidak perlu memiliki berbagai aspek diri yang berkembang baik untuk dapat menghargai diri kita sendiri. Yang perlu dilakukan hanyalah kita mencintai diri sendiri.
Top down ini sangat sangat perlu diupayakan. Dengan mencintai diri sendiri, kita akan mampu menerima diri apa adanya, syukur terhadap apa yang kita miliki. Dan akan mudah bahagia atau lebih bisa bahagia dengan cara yang amat sangat sederhana. Pertanyaan selanjutnya apa yang bisa kita upayakan untuk mencintai diri sendiri?, salah satunya adalah :

Fokus pada Diri

Fokus pada diri berkaitan pada perbaikan diri, pengembangan diri, kebahagiaan diri, kenyamanan diri, kesehatan diri, segala tentang diri tanpa harus membandingkan dengan orang lain. Termasuk pada merubah mindset tentang cantik, karena nyatanya kecantikan sempurna seorang wanita berasal dari dalam, dari ia mampu menghargai dirinya sendiri.

Cantik untuk Dirimu, bukan Orang Lain

Dalam salah satu percakapan Nagita Slavina pernah mengungkapkan bahwa ia berdandan dan berpakaian bagus bukan karena orang lain melainkan untuk dirinya sendiri. "Dan satu lagi sih cara buat gue menghargai diri gue sendiri adalah mencoba untuk selalu berdandan untuk diri sendiri bukan untuk orang lain," ungkap Gigi. Dalam sebuah seminar Ibu Septi Peni juga pernah mengungkapkan bahwa ia bangun pagi dan mandi sebelum jam 7 lalu berdandan dan berpakaian dengan baik untuk menjalani hari sebagai ibu rumah tangga, sebagai bentuk ia menghargai diri dan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.

Tekadang kita melupakan hal ini, mengupayakan cantik untuk menghargai diri sendiri, bukan hanya untuk terlihat oleh orang lain. Ini menyebabkan banyak yang fokus pada yang 'terlihat' oleh orang lain saja, sisanya? mungkin saja terlupakan. Berapa banyak orang yang lebih fokus pada membeli baju, tas, sepatu yang branded dibandingkan membeli pakaian dalam yang tepat, yang meliputi aspek kenyamanan, penopangan, pembentukan, keindahan dan kesehatan. Tidak jarang berfikir bahwa, 'pakaian dalam tidak terlihat, jadi buat apalah bagus-bagus'. Padahal, jika cantik yang dimaksud adalah untuk mencintai dan menghargai diri sendiri, kita akan berupaya untuk cantik luar dan dalam.

Cantik dengan Menghargai Dirimu Sendiri


Dengan mengubah tujuan/niat untuk berupaya cantik untuk diri kita sendiri, cantik untuk menghargai diri kita sebagai individu yang sempurna atas penciptaan Tuhan YME. Maka kita akan mampu bahagia dengan cara yang sederhana. Dari pemakaian kosmetik yang jadi pilihan sampai pada  pakaian dalam yang tepat adalah semata-mata untuk diri sendiri. Kita yang memakai, melakukan dan menikmati apapun yang dikerjakan dan akan merasa berharga karenanya. Cantik adalah ketika kita nyaman dan bahagia menggunakan dan melakukan hal yang kita sukai, yang kembali untuk kesehatan, kecantikan dan kenyamanan diri kita sendiri. Maka mulai sekarang fokuslah pada diri, cari yang membuatmu nyaman dan merasa cantik bukan hanya dari luar melainkan juga dari dalam.

Menghargai diri artinya kita mencintai diri kita sendiri, akan lebih mampu menerima diri apa adanya dengan setiap kelebihan dan kekurangan diri. Jadilah cantik dengan menghargai dirimu sendiri :)
Hal ini tidak hanya semata-mata untuk kebutuhan fisiologis perempuan saja, tetapi standar kecantikan yang harus dipenuhi ini berhubungan dengan harga diri dan identitas sosial untuk mendapatkan kebahagiaan seseorang (Chervenic, 2015).

Comments

  1. betul sekali, menghargai diri sendiri akan memberikan kepuasan tersendiri

    ReplyDelete

Post a Comment