Anemia Defisiensi Besi : Masalah Saat Ini, Penentu Masa Depan

Assalamualaikum,

Saat remaja dulu, saya pernah mengalami anemia yang menyebabkan cepat lelah, lemas sampai pucat dan bahkan beberapa kali pingsan. Karena kurangnya pengetahuan tentang anemia defisiensi besi ini, saya menganggap itu hal yang biasa, namun lama kelamaan menjadi semakin menghambat keseharian karena menjadi mudah lelah dan sulit konsentrasi. Alhamdulillah tidak berlangsung lama dan cepat tertangani dengan memeriksakannya ke dokter, cek laboratorium dan ahli gizi. Saya tidak mau kecolongan lagi terutama untuk anak, ditambah saat ini saya sedang mengandung anak ke-2, mudah-mudah sehat aman sampai lahir nanti. Oleh karenanya, saat mendapatkan info adanya webinar "Peran Nutrisi dalam Tantangan Kesehatan Lintas Generasi" yang disiarkan di youtube "Nutrisi Untuk Bangsa" saya langsung bersemangat untuk belajar dan mendapatkan informasi tentang anemia kurang zat besi ini dari pakarnya. Nah informasi yang saya dapatkan dari webinar tersebut sangatkah penting sehingga saya akan membuat resume di postingan ini, semoga juga bisa membantu orang tua lainnya untuk mempersiapkan generasi yang lebih baik dan lebih sehat.

Webinar 'Peran Nutrisi dalam Tantangan Kesehatan Lintas Generasi' ini diselenggarakan oleh Danone Indonesia dan Indonesia Nutrition Association dalam rangka hari gizi nasional yang bertepatan pada tanggal 25 Januari 2021, yang juga fokus pada isu anemia yang menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Tujuannya tentu untuk mengedukasi masyarakat terutama para orang tua bahwasanya anemia defisiensi besi ini bukan hal yang sepele dan harus diupayakan agar semua lintas generasi aware atas anemia kurang zat besi ini dampaknya sangat luas, sehingga masyarakat mampu untuk mencegah dan memperbaiki tumbuh kembang anak-anak sehingga nantinya menjadi anak-anak generasi maju.

Kekurangan zat besi sebagai Isu Kesehatan Indonesia 

Anemia adalah suatu kondisi rendahnya kadar Hb dibandingkan dengan kadar normal, yang menunjukkan kurangnya jumlah sel darah merah yang bersikulasi.
Kita semua setuju bahwa anak-anak merupakan aset generasi yang perlu diupayakan optimal namun ternyata isu kekurangan zat besi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Dr. dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGK yang merupakan dokter spesialis Gizi Klinik Indonesia Nutrition Association mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengalami masalah anemia dimana 50-60% nya merupakan anemia defisiensi besi. Untuk ibu hamil pun sangat penting karena ketika ibu hamil beresiko memiliki anemia, tentu ini akan berpengaruh pada anak dalam kandungan. Dari hasil survey anemia ibu hamil dari 2013 ke 2018 ternyata meningkat dan rata-rata ibu hamil yang berusia 15-24 tahun. Jadi yang berusia muda, mungkin saja mereka belum siap untuk hamil, kurangnya edukasi atau pemahaman tentang pentingnya gizi ibu hamil.

dr. Ratna Nurul Mutu Majikan, M.Gizi SpGk yang merupakan spesialis gizi dan ketua departemen ilmu gizi FK UI dalam webinar 'Kekurangan zat besi sebagai isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya terhadap anak generasi Maju' dalam youtube 'Nutrisi Untuk Bangsa' mengungkapkan bahwa anemia pada anak, mulai usia 6 bulan sampai 3 tahun adalah masa krisis terjadinya anemia karena pada usia tersebut kebutuhan zat besi mulai meningkat karena sel-sel otak anak mulai terbentuk, anak akan mengalami masa pertumbuhan yang cepat, dan masih kurangnya zat besi karena kurang mengkonsumsi atau belum nyaman mengkonsumsi produk hewani. 47% anak di dunia mengalami anemia, 50-60% nya karena defisiensi zat besi. Hal ini bisa kita koreksi, artinya kita bisa perbaiki dari makanan sehari-hari.

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Anemia?

Adapun gejala anemia diantaranya ; sakit kepala, tekanan darah rendah, nadi cepat, pembesaran limpa, kelopak mata pucat, kulit pucat, nafas cepat atau sesak nafas dan terdapat kelemahan otot sehingga merasa lemas letih lesu.
Gejala anemia pada anak ; Gangguan konsentrasi, gangguan pertumbuhan, cenderung mengantuk, tidak aktif bergerak, rewel, lemas, pusing dan tidak nafsu makan.

Apa Dampak dari Anemia Defisiensi Besi?

Dampak anemia pada ibu selama kehamilan, yaitu ; kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin seperti berat badan lahir anak rendah, mudah lelah letih dan lesu, komplikasi pendarahan saat persalinan, ada keluhan jantung dan pembuluh darah seperti jadi mudah berdebar-debar, mengalami tensi yang turun, adanya pembesaran otot jantung, pre ekiamaia dan infeksi
Dampak anemia pada anak, jangka pendek ; menurunnya kecerdasan (IQ), menurunkan fungsi otak seperti kurangnya atensi, visualisasi dan pendengaran, fungsi motoriknya menurun. Dampak anemia pada anak jangka panjang ; performa di sekolah akan menurun, adanya perubahan atensi dan sosial (kurang tanggap terhadap lingkungan), perubahan perilaku (tidak aktif bergerak, kurang responsif, mudah lelah dan menurut study anak-anak yang anemia cenderung penakut dan peragu).
Dampak keseluruhan jangka panjang anemia ; menurunnya daya tahan tubuh, otomatis akan membuat kebugaran tubuhpun menurun, kinerja dan prestasi akan menurun juga, dan akan meningkatkan potensi infeksi.

Apa yang menyebabkan kekurangan zat besi?

Dari asupan Makanan, seperti :
  • Terlambat memperkenalkan MPASI pada anak.
  • Pola konsumsi kurang asupan atau asupan makanan yang tidak bervariasi, terutama sumber hewani.
  • Pemilih makanan (picky eater)
  • Kurang konsumsi fortifikasi zat besi dalam makanan dan formula pertumbuhan. Untuk anak terutama balita memang belum optimal dalam makan sehingga perlu pemberian formula / susu pertumbuhan yang sesuai.
  • Pemberian suplemen yang tidak sesuai indikasi. Apakah itu karena tidak cek lab hb nya dulu atau tidak sesuai dosis dsb.
  • Tidak patuh minum suplemen karena ada keluhan seperti mual, kembung dan rasa tidak nyaman pada anak sehingga orang tua menghentikan pemberian suplemen.
  • Penyerapan zat besi yang tidak optimal.
  • Kondisi tertentu yang menyebabkan asupan besi rendah, seperti alergi bahan makanan sumber besi home.
Selain itu terdapat riwayat sakit, infeksi atau penyakit kronis dan penyebab lainnya.

Cara dan Upaya Pencegahan Anemia Defisiensi Besi

Cara dan upaya pencegahan terjadinya anemia pada remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan balita adalah melalui konsumsi gizi seimbang dan lengkap. Berupa makanan kaya akan zat besi dan pengoptimalan penyerapan zat.
Mencegah lebih baik dari pada mengobati, istilah tersebut benar adanya. upaya apa saja sih yang bisa kita lakukan dalam rangka pencegahan terjadinya anemia kurang zat besi ini? diantaranya ; dimulai dengan melakukan uji saring pemeriksaan hemoglobin, lalu mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, utamanya hewani. Bisa ditambah dengan upaya mengkonsumsi makanan dan minuman yang sudah difortifikasi zat besi. Terutama bagi anak-anak yang kadang sedang mengalami GTM, makan hanya setengah piring dsb. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi hanya dari makanan itu pasti sulit sehingga bisa dibantu dengan konsumsi makanan/minuman susu pertumbuhan yang sudah difortifikasi zat besi.

Adapun masalah yang terjadi pada asupan makanan sehingga tetap kekurangan zat besi, diantaranya disebabkan oleh makanan yang dimakan dominannya adalah sumber pangan nabati, padahal sumber zat besi utama ada pada hewani. Lalu asupan energi dan proteinnya rendah juga defisit energi, protein dan mikronutrient. Ada juga faktor-faktor asupan pada anemia kurang zat besi, diantaranya ; asupan zat besi yang rendah, terutama besi heme, asupan vitamin C nya pun rendah, konsumsi sumber fitat berlebihan, terlalu banyak mengkonsumsi sumber tanin seperti kopi dan teh, dan bisa juga karena menjalankan diet yang tidak seimbang.

Bahan Makanan Sumber Zat Besi

Bahan makanan sumber zat besi, yaitu sumber hewani, seperti ; ati sapi, ati ayam, daging merah, kuning telur, daging unggas, ikan, seafood (udang dan tiram). Dari nabati pun ada namun kadarnya sedikit tidak sebanyak hewani, seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran hijau. 
Jadi terdapat dua sumber zat besi yaitu, Heme Iron dan Non Heme Iron. Heme Iron terdiri dari sumber hewani, sedangkan non Heme Iron sumber nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.
Namun, tantangan selanjutnya adalah apakah zat besi ini terserap dengan baik oleh tubuh atau tidak?. karena ada beberapa penghambat juga untuk penyerapan zat besi ini, seperti : Fitat, Tanin seperti teh dan kopi, Polifenol, Kalsium dan Seng (Zinc). Dan adapun penikmat penyerapan zat bersi yaitu ; Asam Askorbat (Vitamin C), Asam Sitrat, dan komponen-komponen makanan lainnya.

Upaya Penanganan Anemia dan Masalah Gizi Lainnya

Upaya penanganan anemia dan masalah gizi sudah pemerintah upayakan saat ini, dan bisa kita bantu dengan penanganan juga pencegahan dalam lingkup keluarga. Apa saja upaya yang sudah dan sedang dilakukan pemerintah?, diantaranya ;
  • Untuk Ibu Hamil : Pemberian suplemen besi folat, PMT ibu hamil KEK, penanggulangan cacingan dan pemberian suplemen kalsium. 
  • Untuk Ibu Menyusui : Promosi menyusui / ASI Esklusif, memfasilitasi untuk konseling menyusui.
  • Untuk Bayi dan Balita : Pemantauan pertumbuhan, Suplemen Vitamin A, Pemberian garam/yodium, PMT/MPASI, Fortifikasi besi dan kegiatan suplementasi, Zink untuk manajemen diare, dan pemberian obat cacing. 
  • Untuk Usia Sekolah : Penjaringan, Bulan Imunisasi anak sekolah, Upaya kesehatan sekolah, PMT anak sekolah, Promosi MJAS di sekolah.
  • Untuk Remaja dan Usia Produktif : Kespro remaja, konseling gizi, Suplementasi Fe.
  • Untuk Lansia : Konseling Gizi dan pelayanan gizi lansia.
Dengan pemaparan dalam webinar, saya semakin 'melek' tentang pentingnya asupan zat besi dan pencegahan anemia defisiensi besi ini. Saya yakin teman-teman dan para orang tua lainnya ingin membentuk keluarga yang sehat dan anak-anak yang cerdas, optimal secara tumbuh kembangnya. Edukasi melalui webinar yang diberikan Danone Indonesia dan Indonesia Nutrition Association sangat bermanfaat alhamdulillah. 
Bapak Arief Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia menyampaikan bahwa Danone juga ikut serta dalam pencegahan stunting di Indonesia dengan program 'Bergerak Cegah Stunting', program ini juga didukung penuh oleh mitra utama juga pemerintahan dan organisasi terkemuka. Wah.. saya banyak mendapatkan informasi baik dalam webinar ini dan semoga resume ini juga membantu teman-teman mendapatkan informasi baik tentang anemia defisiensi besi sehingga kita dapat mencegah juga mengobati dengan cara yang tepat. 

Comments

  1. memang paling gak enak kalau anemia, lemas selalu

    ReplyDelete
  2. Makasih onty ilmunyaaa keren keren...

    ReplyDelete
  3. Anemia defisiensi besi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak dan kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja. Anemia bisa menyebabkan anak mengalami gejala merasa lelah, lemas, hingga sesak napas.

    Duh, edukasi semacam ini kudu nyampe ke semua ortu ya.
    Supaya generasi Indonesia sehaaattt dan merdeka dari anemia!

    ReplyDelete
  4. Defisiensi zat besi emang kelihatannya bukan penyakit, kayak flu batuk demam,
    tapi justru seluruh kegiatan sehari hari tergantung pada asupan si zat yang satu ini

    selalu makan protein dan seimbang antara duduk manis dan berolahraga juga berpengaruh pada pola tidur

    ReplyDelete
  5. efeknya kekurangan zat besi pada anak itu kan bisa jangka panjang, yah. Uniknya yang terjadi pada anakku itu enggak kelihatan tanda letih lesu lemas seperti anemia pada umumnya. Akhirnya ketahuan setelah tes darah, Hb-nya jauh di bawah normal. Hiks ...
    bulan depan mau tes lagi nih mbak, semoga udah sehat ya.

    ReplyDelete
  6. Anemia defisiensi besi dapat menimpa siapa saja dan usia berapapun. Yang jelas, paling rentan tuh ibu hamil dan remaja putri ya. Sepertiga dari remaja putri ini mengalami anemia. Makanya mereka diberikan tablet penambah darah, seperti anakku yang abg begitu mbak. Ada kerjaasam sekolah dan Puskesmas :D

    ReplyDelete
  7. anemia itu kalo udah kambuh wah pusingnya luarbiasa tujuh keliling, keliyengan juga, mual, dan suka keringet dingin, bahkan kepala sampai berputar trus bisa muntah juga

    ReplyDelete
  8. Jazakillah Khoiron buat ilmunya :)

    ReplyDelete
  9. Setuju Mbak, anak adalah aset dan investasi dunia akhiratnya orang tua

    Wajib banget orang tua memberikan yagn terbaik untuk anak, untuk makanan dan otaknya.

    Insya Allah jika kita memberikan asupan makanan dan nutrisi yang baik, otak anakpun akan berpkir lebih bagus. Anak akan memhami bahwa tubuhnya butuh nutrisi dan zat besi supaya tidak ada anemia ya. Karena mencegah lebih baik dibandingkan mengobati,

    ReplyDelete
  10. Segala acara mesti dilakukan untuk penanganan anemia ini ya, dan yes, mencegah lebih baik dari pada mengobati,sehingga tak ada lagi generasi yang akan menderita anemia nanti

    ReplyDelete
  11. Dampak anemia pada ibu hamil teryta banyak juga ya. Apalagi ada baby di kandungan. Hal ini kayaknya yang jangan hentikan sosialisasi untuk sesama biar bisa mdilakukan pencegahan dan penanganan. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Anemia kalau gak tertangani sejak awal bisa bahaya ya. Kaya cewek misalnya kan tiap bulan menstruasi. Kalau sampai pingsan terus, sangat menghambat aktifitas

    ReplyDelete
  13. Kayaknya penting nih bagi saya suplementasi Fe karena bisa jadi kadar Fe pada tubuh/darah berkurang. Semestinya untuk tes Hb tuh mudah didapat gitu loh seperti tes kadar gula darah & kolesterol juga asam urat, jadikan pas badan berasa nggak enak bisa ambil tes Hb juga.

    ReplyDelete
  14. Dulu pas hamil, saya males banget minum vitamin dan makan semaunya aja karena memang mual parah. Alhamdulillahnya aman sih nggak anemia, naudzubillah. Tapi sekarang urusan makan anak saya jadi nggak mau sembarangan deh, bener2 harus memperhatikan isi piringku.

    ReplyDelete
  15. Anemia ini bahaya laten yang sering nggak kita sadari ya Mba, aku juga mesti hati2 karena anak cowokku yg pertama pernah terkena gejala ini, dia jadi gampang lemes dan pusing

    ReplyDelete
  16. Memang butuh edukasi semacam ini, terutama bagi para orang tua untuk kita sama2 melawan anemia yah mbaak
    Harus diperhatikan asupan gizi seimbang untuk anak, terutama kandungan zat besi yaah
    Semoga anak2 kita sehat terus yaaah

    ReplyDelete
  17. penting banget nih infonya, mba..
    kayanya masih banyak yang belum aware sama pentingnya zat besi untuk mencegah anemia ya..

    ReplyDelete
  18. Dampak anemia ternyata banyak banget ya mba, dan sedihnya banyak yang ga peduli dan anggap anemia masalah biasa. Padahal kalau dibiarkan bisa merembet pada masalahh kesehatan yang lain juga ya...

    ReplyDelete
  19. Stunting emang masalah besar di Indonesia ini ya soalnya kalau dibiarkan gak bagus buat nasib generasi bangsa ke depan. Slah satu penyebab stunting emang anemia ini. Makanya penting utk menyedakan kebutuhan nutrisi anak yg bagus, khususnya yang mengandung zat besi ya mbak

    ReplyDelete
  20. anemia bukan penyakit yg disepelekan ya mbak
    karena meski kadang dianggap enteng,karena dampaknya juga serius..
    apalagi klo diderita anak
    bisa menghambat tumbuh kembangnya

    ReplyDelete
  21. Makasih sharingnya, jadi nambah wawasan nih tentang kebutuhan zat besi... Agak khawatir juga, kalau nambah suplemen harus cek darah dan konsul dokter dulu ya?

    ReplyDelete
  22. Sampai sekarang pun saya terkadang masih mengalami. Cepat lelah dan saking kepala. Jadinya sulit berkonsentrasi. Anemia memang gak boleh disepelekan

    ReplyDelete
  23. Wah dampak anemia emang gak bisa kita remehkan ya.. Semoga Indonesia terbebas dari anemia..

    ReplyDelete
  24. Waktu hamil dan menyusui aku aman aja nggak kena anemia, karena rutin konsumsi suplemen penambah darah. Justru dua atau tiga tahun lalu gitu malah kena bahkan nyaris pingsan. Udah lemes tubuhku, sampai minum suplemen aja nggak mempan. Akhirnya ke dokter dan dapat suntikan gitu

    ReplyDelete
  25. Bahaya juga ya ketika anemia menyerang anak-anak. Banyak sekali resiko kesehatan yang bisa muncul akibat anemia ini. Komposisi asupan gizi harus diperhatikan benar-benar agar anak-anak tidak kekurangan zat besi sejak kecil.

    ReplyDelete
  26. Aku dulu ingiiin sekali tahu rasanya pingsan. Karena pengen gak ikutan upacara kan yaa..
    Dan berasa anak emas, gituu.. "Eh, dia kasihan..anaknya lemah."

    Tapi alhamdulillah,
    Ibuku selalu membiasakan kami makan makanan yang beragam menunya.

    Semoga pola makan yang baik bisa menjadi kebiasaan yang baik dan diturunkan ke anak-cucu kelak.

    ReplyDelete
  27. Terima kasih sharingnya, Mbak. Anemia Defisiensi Besi ini bisa juga jadi masalah untuk pertumbuhan anak ya. Jadi memang bener-bener memperhatikan asupan makanan anak sejak dini supaya semua nutrisinya terpenuhi dan terhindar dari ADB.

    ReplyDelete
  28. Aku inget banget dulu ada temen zaman sekolah yg sering banget pingsan pas upacara. Bisa dibilang stiap saat upacara pun. Yg aku denger dia juga penderita anemia. Tapi ntah yaa , apa yg udh dilakuin Ama sekolah dan ortunya dulu, karena anaknya ttp aja srg pingsan pas olhraga dan upacara sampe SMU.

    ReplyDelete

Post a Comment