Mencari Jati Diri yang Hilang Setelah Menjadi Ibu



Masih ingat saat-saat pertama menjadi ibu, kaget dengan pola bayi juga rutinitas yang baru membuat saya melakukan apa saja untuk bayi agar sehat dan nyaman. Saat bayi menangis terus banyak yang menganggap ASI saya kurang dan menyarankan agar makan yang banyak, alhasil setelah melahirkan berat badan saya yang harusnya turun malah menambah naik karena saya menambah porsi makan agar bayi tidak kekurangan ASI. Peningkatan berat badan yang cukup signifikan itu menambah ketidakpercayaan diri saya seusai resign dari pekerjaan karena melahirkan dan mengurus bayi, namun saat itu saya tidak mau disibukkan untuk memikirkan urusan saya, yang penting bayi sehat, itu saja! Sayangnya setelah makan banyak pun bayi tetap menangis, setelah konsul laktasi ternyata ada penyumbatan ASI pada payudara, bukan karena kurang makan! Setelah melakukan pijat laktasi beberapa kali ASI menjadi lancar dan bayi sudah lebih nyaman.

Tidak sampai disitu, ternyata saya harus menghadapi pola bayi yang ingin selalu dekapan. Saya tidak bisa melakukan aktivitas lain selain mengendong, mengusui dan mengurus bayi. Bahkan untuk sekedar ke kamar mandi dan sholat saya harus terburu-buru dan tidak pernah tenang. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun tidak terasa, saya banyak menghabiskan waktu dirumah bersama anak-anak, memikirkan segala sesuatu untuk tumbuh kembang mereka dan kondisi rumah agar tetap nyaman. Sampai saya menyadari bahwa saya lupa akan diri saya sendiri.

Ada momen dimana saya melihat foto lama ketika kuliah dulu, jadi flashback, saya suka sekali memakai rok, menggunakan tas selempang dan sepatu pantofel high walaupun tidak terlalu tinggi. Ah.. ternyata sudah lama sekali saya tidak memakai rok, tas selempang dan sepatu pantofel. Setelah memiliki anak, saya lebih memilih menggunakan celana, tas ransel dan sepatu casual, lebih simple ketika bawa anak keluar rumah. Namun, saya merasa itu bukan hal-hal yang saya sukai, itu bukan 'saya'!

Ternyata bukan hanya saya, sebanyak 52% wanita merasa kehilangan jati dirinya setelah menjadi ibu, dan 35% lainnya juga mengatakan mereka merindukan masa-masa pergi bekerja atau keluar dari rumah untuk melakukan suatu kegiatan. Survey yang dilakukan Nurofen for Children ini mengungkap fakta bahwa kebanyakan ibu rumah tangga lainnya juga merasakan hal yang sama seperti saya :
  • Pekerjaan yang cukup berat dan padat, yang dijalani sebagai Ibu Rumah Tangga dari mulai mengurus suami dan anak-anak sampai mengurus rumah dan seluk beluk permasan didalamnya. Bangun paling pagi dan tidur paling akhir.
  • Kejenuhan, Ibu rumah tangga 85% menghabiskan waktunya di rumah, bagaimanapun lingkup rumah sangat kecil, ia hanya bertemu dengan itu-itu saja seperti anak-anak dan suami atau tetangga. Dan lagi rutinitas seorang ibu rumah tangga yang itu-itu lagi, berpola setiap harinya. Ini yang menyebabkan ibu rumah tangga lebih mudah dan intens merasa jenuh.
  • Tidak memiliki waktu sendiri, dengan rutinitas yang cukup padat, ibu rumah tangga jarang memiliki waktu sendiri. Hari-harinya penuh kebisingan, dan lebih banyak memikirkan dan mengutamakan keperluan anak-anak dan suami dibanding dirinya sendiri.
  • Kurangnya apresiasi, karena masih banyak yang memandang sebelah mata peran ibu rumah tangga ini, padahal beban yang dipikulnya berat dan tidak mudah. Ini membuat perjuangan yang luar biasa yang ia lakukan kurang atau bahkan tidak di apresiasi, termasuk oleh orang-orang terdekatnya seperti keluarga.

Upaya Diri dalam Mencari Kembali Jati Diri

Tidak ingin berlama-lama larut dalam rutinitas dan kesibukan yang membuat lupa bahwa diri sendiri juga perlu diprioritaskan. Kehilangan jati diri yang dialami para ibu agaknya suatu saat akan menjadi bom waktu jika dibiarkan terlalu lama dan berlarut-larut. Hal ini tentu akan berpengaruh buruk juga pada anak-anak dan keluarga, dimana seorang ibu merupakan jantung dalam keluarga yang tentunya harus sehat fisik dan mental.
Hargai terlebih dulu diri kita sendiri sebelum menuntut orang lain menghargai kita
Kesadaran untuk menghargai diri ini untuk ibu rumah tangga dengan tingkat self esteem atau keberhargaan diri yang rendah tentu sangat penting. Jika bukan diri sendiri yang mau berjuang, lalu siapa lagi?. Saya kembali berupaya dalam mencari jati diri setelah menjadi ibu, dengan beberapa upaya berikut :

1. Belajar Kembali Mencintai Diri

Dimulai dari mensyukuri anugrah Allah yang sudah sempurna menciptakan diri ini dengan akal dan fisik yang baik. Menerima diri dengan kelebihan juga kekurangannya. Meyakini bahwa setiap individu adalah unik, tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Dengan mencintai diri, kita akan memiliki pandangan yang positif terhadap hidup. kita juga dapat merasakan bahagia dengan cara yang sederhana. Mencintai diri sendiri artinya kita menerima dan menghargai semua hal yang terkait dengan diri kita sendiri baik fisik, pikiran dan hati.

Menghargai diri sendiri hakikatnya bukan hanya terjadi ketika kita telah memberi reward kepada diri atas pencapaian yang berhasil di raih. Melainkan, bagaimana kita dapat menerima kekurangan yang dimiliki dan tetap mencintai diri kita.

2. Kembali Mencoba Hal-hal yang Disukai

Saya kembali meraba dan mencoba hal-hal yang dulu saya sukai, lalu meresapi apakah sekarang ini masih menyukai hal-hal tersebut?. Dari mulai menulis, membaca novel, mendengarkan musik, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Dari mulai mencoba hal-hal yang disukai ini, saya jadi lebih fokus pada diri, pada perbaikan dan pengembangan diri. Sehingga bisa membuat blog, bergabung dengan beberapa komunitas menulis, mengikuti beberapa workshop dan kulwap tentang kepenulisan.

3. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Saya berhenti membandingkan diri dengan orang lain karena ternyata hal ini penyebab umum diri menjadi insecure dan kurang bersyukur. Setiap diri kita berbeda dan unik, sehingga sangat salah jika membandingkan sesuatu yang sudah jelas berbeda bukan? Kini lebih fokus membandingkan diri yang dulu dan sekarang, apakah sudah lebih baik atau belum?

4. Menentukan Kembali Personal Style yang Cocok

Personal Stlye sangat membantu dalam mencari identitas kembali. Personal stlye merefleksikan karakter dan gaya diri kita. Saya mulai berkenalan dengan diri lagi setelah sekian lama, ya! saya memang lebih suka sesuatu yang simple, feminim dan sopan. Ternyata tidak jauh dari sebelum menjadi ibu dulu, perbedaannya sekarang ini lebih memilih minimalis dengan pilihan warna netral yang bisa mix and match.

Personal stlye bukan hanya pada fashion namun juga pada 'khas' diri atau sesuatu yang unik yang membedakan kita dengan orang lain termasuk pada aroma khas kita. Pernah gak mengenali orang hanya dengan mencium aroma khas pada orang tersebut? Saya sudah bisa mengenali suami saya walau dalam keramaian dengan mencium aroma parfum yang biasa dipakainya. Namun, karena parfum dengan aroma yang sama dan serupa dipakai oleh banyak orang, sehingga membuat ciri khas diri tidak terlihat.

Temukan Aroma Khas untuk Diri dengan HINT

Every Biome Has It's Unique Scent
Berbeda dengan HINT, merk parfum ini memiliki karakter unik yang ketika disempotkan pada tubuh masing-masing orang akan menghasilkan aroma yang berbeda, kok bisa?

Ya! karena Hintofyou menyediakan parfum berkualitas tinggi yang didukung dengan berbagai Teknologi Aroma unik yang dikenal sebagai Wonder Biome Technology™. Di mana setiap aroma bekerja dengan bereaksi terhadap setiap bioma individu tanpa mengganggu bioma individu itu sendiri. Karena setiap bioma memiliki aroma yang unik. Pembuat parfum di HINT ini pun bersertifikat Eropa dan mendapatkan sumber daya utama dari Eropa. HINT mengembangkan produk yang sangat baik dan unik juga mewakili kita. Ketika disemportkan pada tubuh, kita akan berkata “This Is Me”, aroma yang menjadi ciri dari diri kita.


HINT memperkenalkan inovasi barunya lewat enam varian koleksi parfum yang dinamakan Fabrics Series Eau de Perfume. Bertajuk Tailored Scents for You, HINT berupaya mengomunikasikan setiap varian baru ini untuk setiap individu yang memiliki karakter berbeda-beda, diantaranya :

1. Cotton Eau de Parfum

Varian ini dibuat dengan EaseScent Technology yang dikombinasikan dengan bergamot, aldehyde, ozone, freesia, dan verbena. Middle notes dari aroma peony, muguet, gardenia, orris, dan rose. Aroma ini dibuat terinspirasi dari tekstur cotton lembut dan ringan yang menghasilkan aroma clean, sehingga dapat membuat suasana hati menjadi lebih relax.

2. Silk Eau de Parfum

Kamu yang punya Karakter menawan, smooth, elegan & sophisticated pasti cocok dengan HINT menciptakan Silk Eau de Perfume yang diinfus dengan AttractScent Technology yang memiliki aroma soft-floral. Parfum ini terinspirasi dari tekstur kain sutra lembut yang memiliki daya tarik dengan mengombinasikan aroma bergamot, silk, black pepper.

3. Naked Eau de Parfum

Naked Eau de Perfume dengan NeutralizeScent Technology ™ ini memiliki aroma oud-floral yang dikombinasikan menggunakan aroma bergamot, pear, orange flower.

4. Jeans Eau de Parfum

Kamu yang memiliki jiwa petualangan yang suka eksplorasi, varian HINT Fabrics Series ini adalah aroma yang tepat untuk kamu. HINT Jeans Eau de Parfum dengan AdrenalineScent Technology memiliki kombinasi top notes yang terdiri dari mandarin, pink peppercorn, dan rose.

5. Velvet Eau de Parfum

Kamu yang suka aroma yang akan memberikan pengalaman yang nyaman dan elegan. Dengan aroma hangat dari almond, vanila dan kayu manis, dipadukan dengan HypnoScent Technology untuk meningkatkan mood dan memberikan rasa nyaman serta rileks.

6. Leather Main Eau de Parfum

Parfum ini termasuk kelompok aroma yang woody-soft spicy sehingga varian ini memiliki aroma yang dapat memberikan kesan hangat yang unik, yang terinspirasi dari aroma kulit yang mewah. Series ada Leather Main Eau de Parfum dengan DopamineScent Technology™.

Parfum HINT ini cocok sekali dengan kondisi saya yang sedang mencari jati diri kembali. Selain memiliki ciri khas aroma sendiri, mengunakan parfum HINT berpengaruh baik pada mood dan kestabilan emosi. Karena wewangian yang cocok dapat menurunkan stress, meningkatkan kebahagiaan, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Pemilihan parfum yang tepat menjadi ciri dalam mengekspresikan Identitas Personal
Salah satu manfaat yang sangat saya rasakan dalam menemukan personal stlye termasuk pada parfum ini adalah saya lebih percaya diri dan berani tampil di depan umum. Karena kepercayaan diri ini, orang-orang sekitar jadi mengenal saya dengan ciri atau khas dari diri saya, sering disebut personal branding. Personal Branding ini manfaatnya luas sekali dari mulai meningkatkan kredibilitas sampai membangun koneksi dan memperluas jaringan.

Perjalanan mencari jati diri kembali setelah menjadi ibu menjadi perjalanan berharga bagi saya. Setelah menemukan kembali jati diri, saya lebih berbahagia menjalani peran saat ini sebagai ibu rumah tangga yang berdaya.



Comments