Ibadah Ramadhan Seorang Ibu

Assalamualaikum,
Terkadang aku merasa iri dan kecewa sama diri sendiri. Merasa ko ibadah ramadhanku 'gini-gini aja', kurang optimal, kurang khusu ibadahnya, tilawah tidak mampu untuk targetkan hatam, taraweh di mesjid benar-benar hanya jadi impian. 

Terkadang aku membandingkan ketika masih singel. Setiap malam menyempatkan teraweh ke masjid, bergilir setiap harinya masjid-masjid di Bandung Raya, Masjid Salman ITB, Masjid Pusda'i, Masjid Istiqamah. Di 10 hari terakhir Ramadhan, menyempatkan itikaf bersama para sahabat shalihah. Setiap weekend, ikut kajian kesana kemari, target tilawah khatam. Saat itu benar-benar merasa nikmat beribadah kepada Allah, benar-benar merasakan khusu nya beribadah Ramadhan. 

Tapi sekarang? Aku sungguh tidak bisa atau belum bisa seperti dulu lagi dalam mengisi kegiatan Ramadhan. Khusu beribadah kepada Allah saja sudah ngosngosan. Ya Allah ampuni. Untuk shalat wajib saja kejar-kejaran sama tangisan bayi. Tilawah alakadarnya hanya menargetkan setidaknya setiap hari minimal 2lemar sudah cukup, jika bisa lebih ya alhamdulillah. Momen ibadah dengan khusu benar-benar sangat dirindukan.

Ramadhan seorang Ibu
Sudah hampir 6tahun aku menjadi peran sebagai ibu, alhamdulillah sekarang diamanani lagi anak ke-2. Hari-hari semakin sibuk dengan rutinitas dirumah, semua ibu pasti setuju jika 24jam saja tidak cukup rasanya. Kadang begitu lelah dengan segala rutinitas yang ada, rasa jenuhpun sering merajai. 

Bulan ramadhan, ingin rasanya ibu melepas penat dan lelah dengan khusu beribadah tanpa ditangisi anak-anak, ingin rasanya shalat berjamaah di masjid, ingin rasanya berlama-lama tawarkan sehingga target ibadah bisa optimal. Namun apa boleh buat, ibu tidak mampu saat ini. 

Harimu Adalah Ibadahmu Ibu
Sesungguhnya aku rindu sekaligus iri dengan ibadah sebelum jadi ibu dulu. Tapi setelah melihat kembali kedalam diri, setelah melihat kembali esensi ibadah. Ibu sedang beribadah walau hanya didalam rumah, disetiap detik menit ibu mengurus suami, anak-anak, dan rumah, itu semua merupakan ibadah yang sangat bernilai dimata Allah. 

Betul, yang penting Allah ridho. Allah ridho atas apa yang ibu kerjakan dirumah, Allah ridho ibu tidak lama berdzikir setelah shalat karena harus mengendong dan menyusui bayinya yang menangis. Allah ridho ibu tidak khatam quran di Ramadhan ini karena waktunya lebih banyak untuk menyiapkan saur/buka puasa dan mendampingi suami/anak-anak puasa. 

Hai ibu, hapus rasa kecewamu. Bahwa kamu luar biasa ibadah di ramadhan ini. Kamu menjadi paru-paru dalam rumah. Allah begitu ridho jika kamu mengikuti perintahNya dalam menjaga amanah-amanah yang sudah Allah titipkan. 

Jadi semangat terus ya mengisi ramadhan ini bersama anak-anak 💝

Comments