Bebenah Diri, Menyederhanakan Hidup Sendiri

 

Assalamualaikum, 

Belakangan ini aku lebih menikmati hari dan hobiku, banyak melakukan hal-hal yang ingin aku lakukan tanpa harus memikirkan banyak hal yang memang semestinya tidak aku pikirkan. Sudah kampir 2 minggu aku logout akun instagram dan login ketika ingin membagikan hal yang ingin dibagikan, setelahnya kembali logout. Sebelumnya aku sudah uninstal akun tiktok, ya benar! aku memang menjadi terlena bermain media sosial yang tidak ada habisnya itu. Bahkan sepertinya otakku penuh dengan beberapa berita dan sharingan orang lain di media sosialnya. Rasa-rasanya aku merasa lelah, dan memutuskan fokus pada hal-hal yang memang aku sukai.

Lomba Lari Kelinci dan Kura-Kura

Aku pernah melihat video tentang perlombaan kelinci dan kura-kura yang benar-benar nyata bukan cerita dongeng. Ternyata benar ya sesuai dongeng bahwa kura-kura lah yang menang. Kelinci memang lebi cepat, namun ia mudah terdikstraksi. Sedangkan kura-kura memang lambat, namun ia fokus pada dirinya dan tujuannya. Akhirnya, kura-kura yang menang. Kita harusnya banyak belajar dari hal ini, terutama diriku. Terlalu banyak keingingan, ingin semua dilakukan, berjalan lalu berhenti dan beralih hal lain, berjalan lagi berhenti dan beralih hal lain lagi, begitu terus sampai-sampai aku tidak tau sebenarnya apa tujuanku? mau kemana?, rasa-rasanya semuanya ingin aku lakukan. 

Ya, mungkin aku si kelinci yang mudah terdikstraksi dan tidak mampu fokus. Secepat apapun aku belajar, bergerak namun jika kembali berhenti dan beralih yaa semua menjadi tidak tuntas. Suamiku pernah berkata "pilih salah satu dan fokus", namun aku merasa bisa mengerjakan semuanya. Lagi-lagi sombongnya diri. Astagfirullah. Akhirnya betul! semua tidak tuntas dan tidak ada yang memuaskan hasilnya. 

Declutering Diri (Pikiran dan Jiwa)

Aku sedang senang menikmati tontonan daily life seorang ibu dengan hidup yang minimalis di akun youtube  'haegreedal' yang berasal dari negeri gingseng Korea. Rasanya nyaman dan dapat membuat senyum tenang menontonnya. Aku merasa bahwa itulah yang aku inginkan, hidup dengan sederhana dan berfokus pada keluarga juga diriku sendiri. Bahagia dengan hal-hal sederhana di dalam rumah, melakukan aktifitas bebersih yang membuat rumah nyaman dan tenang, bermain dengan anak dengan hal-hal sederhana, menikmati waktu me time dengan 'tidak melakukan apa-apa'. Menikmati waktu dan melakukan apa yang disukai. Ah... seru rasanya...

Semua dimulai dengan declutering, ya aku harus mulai mendeclutering diriku sendiri, mulai dari bebenah apa yang harus aku lepas, apa yang harus aku pilih untuk di fokuskan. Bebenah pikiran dan waktuku, habis untuk apa? apakah membuat bahagia/tidak?, apakah aku melakukan hal yang membuat aku sukai/tidak?, ataukah 'tuntutan' karena orang lain melakukannya? bukan dari hatiku?. 

Ya, meninggalkan tiktok, menggunakan instagram seperlunya merupakan hasil dari bebenah diri. Kini, aku mengisi waktu dirumah dengan banyak hal lebih berharga, menikmati setiap hal yang dilakukan dengan tenang dan nyaman. Bermain hal sederhana dengan Nada, menikmati waktu me time dengan nyaman dan tenang, kembali membaca novel favorit semasa kuliah ternyata jauh lebih menyenangkan dibandingkan melihat explore instagram. Ah.. aku menemukannya, walau belum sepenuhnya. Aku masih terus melakukan proses declutering pikiran dan jiwa.

Pilih dan Fokus

Ya, walau aku masih terus berproses bebenah diri, apa yang dilepas apa yang akan difokuskan sampai dengan saat ini. Yang sudah pasti menulis blog salah satu yang akan aku pilih. Juga membuat kembali video di akun youtube yang rencananya akan dimulai kembali, walau ini perlu penguatan yang extra sehingga next nya tidak hilang timbul dalam membuat video. Podcast, instagram dan tiktok akan aku lepaskan dengan rasa ikhlas dan bahagia. Bisnis buku dan mainan edukasi masih akan aku lanjutkan, karena memang ini salah satu hal yang aku sukai, menyebarkan buku pada anak-anak sehingga mereka suka dan cinta buku sampai dewasa kelak. 

Well, semua ini harus aku kuatkan kembali dengan membuat 5W 1H, sehingga sewaktu-waktu jika kembali terdiktraksi dan berhenti, ada hal yang menguatkannya kembali. Dari sini aku banyak belajar bahwa fokus pada dirimu, bukan orang lain adalah yang yang paling penting, karena terkadang kita hanya 'ikut-ikutan' orang lain bukan karena kita ingin dan suka melakukannya. Ya.. begitulah keadaan sekarang dengan dunia digital. Sehingga penting sekali untuk kembali ngerem, mendeclutering diri dari pikiran dan hal yang memang nyatanya 'bukan diri kita'. 
Hal bahagia itu datangnya dari diri, dari menyederhanakan hidup sendiri (pikiran dan jiwa).

Next aku memiliki keinginan untuk fokus pada minimalis, aku merasa suka dan berbahagia melihatnya, membacanya, menontonnya dan mengobservasinya. Perlahan sambil terus belajar dan sedikt-sedikit melakukannya. 

Baca juga : 5 Alasan Memulai Hidup Minimalis

Comments

Post a Comment