Cerita Suka Duka Berlebaran Part 1 : Menginap 2 Malam di RS

 

Assalamualaikum,

Apa kabar teman-teman? sudah berkativitas kembali kah setelah libur lebaran yang panjang? alhamdulillah, anak sulung juga sudah mulai sekolah dan kembali ke rutinitas. Oia, sebelumnya maaf lahir batin ya! terimakasih sudah mampir-mampir ke blog ini, semoga kita bisa memberikan banyak interaksi positif walau via online ya.

Tulisan perdana setelah libur panjang lebaran, alhamdulillah aku sangat bersyukur karena selama Ramadhan kemarin update tulisan di blog terbanyak dari bulan-bulan lainnya. Masya Allah sekali karena dibantu dengan komunitas Emak-emak Blogger dan Blogger Perempuan Network atas challenge di bulan Ramadhan-nya. Hal ini sangat membantu aku yang masih menunggu mood dalam menulis, mentok ide, dsb. Tidak terlalu berharap menang ataupun hadiahnya, ikutan karena memang aku merasa butuh dengan program-program komunitas ini, barakallahfiik buat admin komunitas yang sudah membantu memfasilitasi kami. 

Tidak ingin kembali berhibernasi dari menulis, challenge blog bulan ramadhan kemarin harus jadi bahan acuan bahwa aku bisa lho konsisten menulis! Mulai cerita dari hal yang sederhana yang sudah dilewati kemarin. 

Seperti kebanyakan orang, keluarga kami sudah merencanakan mudik lebaran dari hati/tanggal sampai kendaraan yang digunakan. Namun Qodratullah rencana kami harus berubah karena hal-hal yang memang tidak kami rencanakan dan tidak kami inginkan. Ya! suami sakit dan harus dirawat di RS 1 minggu sebelum lebaran.

Kita memang tidak tahu jalan yang ada didepan mata, bahkan 1 menit kedepan yang akan kita lalui masih jadi misteri

Posisi kami yang LDM cukup memberatkan terutama untuk aku dan suami dan saat kejadian itu terjadi posisi kami sedang LDM, suami di Jakarta dan aku di Bandung. Memang sudah terasa dari awal ramadan ini suami sering mengeluh sakit dari kepala belakang sampai leher. Coba beberapa kali minum obat nyeri namun hanya mereda sebentar selanjutnya kembali nyeri, hal ini berlangsung kurang lebih 1 bulan. Tidak sekali dua kali meminta untuk periksa ke dokter namun suami masih mencari waktu yang pas dengan padatnya rutinitas dan harus bulak-balik ke Bandung juga ketika weekend. 

baca juga : Ramadhan Tahun ini Berbeda

Kami sudah booking travel hari Sabtu untuk mudik ke Depok dulu sebelum kita bareng-bareng H-1 mudik ke Sukabumi bersama mertua dan ipar. Qodratullah Rabu subuh suami dilarikan ke IGD karena kondisi 2 hari yang demam juga sakit kepala belakang yang luar biasa, ditemani kakak ipar saat itu dan keluarga minta di cek up keseluruhan saja sehingga perlu rawat inap. Aku dan anak-anak memutuskan berangkat ke Depok di hari Kamis pagi yang otomatis kami hapus ganti jadwal travel, aku juga membatalkan acara buka puasa bersama dengan teman-teman yang rencananya diadakan di hari Jumat. 

Naik Travel Jackal Holidays

Untuk kedua kalinya aku dan anak-anak naik travel ini ber-3 ke Depok. Sebelumnya, dari Depok ke Bandung saat itu karena anak sulung sudah harus masuk sekolah di Bandung sedangkan suami harus tetap bekerja di Jakarta, yang mengharuskan aku dan anak-anak berangkat ber-3 saja naik travel. Pengalaman pertama merasa cukup nyaman naik travel Jackal Holidays ini dengan membawa 2 anak, sehingga aku memutuskan untuk kembali naik travel Jackal Holidays menuju ke Depok saat itu. Kami berangkat pukul 09.00 dari pull travel di Pasteur, tentu diantar abah dan ambu. 

Bawaan kami cukup banyak karena akan langsung ber-lebaran disana sampai hari ke+1 lebaran. Perjalanan kami alhamdulillah lancar, anak-anak anteng juga di mobil, barakallahufiik. Sesampainya di pull travel, langsung memesan taxi online ke RS Hermina depok tempat suami di rawat saat itu.

Anak-anak Jenguk Ayah

Sesampainya di RS kami langsung menuju kamar rawat inap, alhamdulillah anak-anak bisa masuk ruangan, sempat juga Nada ragu dan mau menunggu diluar karena merasa sedih, kasihan dan tidak tega lihat ayahnya sakit. Anak-anak langsung melepas kangen dengan ayahnya, ekspresi mereka tidak bisa dibohongi sedih melihat ayahnya diinfus. Tidak lama, suasana cair dengan kedatangan kakak ipar dan keponakan, anak-anak jadi ada teman untuk main dan ngobrol. 

Tidak lama, anak-anak dibawa pulang ke rumah kakak, aku menemani suami untuk menunggu hasil dokter. Semoga semua tes-nya aman dan dibolehkan pulang. Benar saja! semua tes nya baik, alhamdulillah. Hanya saja kecapean dan kurang tidur, pesan dokter memang harus lebih jaga pola makan dan olahraga rutin. 

Sambil menunggu administrasi karena cukup lama prosesnya dengan asuransi, aku jadi sempat membeli bukaan puasa disana. Suasana di sekitaran RS sudah banyak yang berdagang, membeli beberapa kebutuhan untuk berbuka lalu kembali ke ruangan. Selesai berbuka puasa, aku bersiap menyelesaikan administrasi untuk bersiap pulang.

Alhamdulillah wa syukurillah banyak-banyak bersyukur saat itu karena semua hasil lab aman, tidak berlama-lama di rumah sakit. Walau jadi ada tambahan biaya yang dikeluarkan selain biaya lebaran tapi alhamdulillah selebihnya sudah di klaim oleh asuransi juga. Setelah semua selesai, ambil obat dan administrasi kami memutuskan langsung pulang dengan memesan taxi online. 

Saat-saat itu jadi momen suka dan duka bagi kami, namun tetap jauh lebih banyak suka nya. Kami jadi lebih lama bersama, bagaimanapun kami sangat menghargai waktu bersama semenjak LDM ini. Jika dirasakan memang benar, nikmat sehat itu sungguh sangat mahal dan berharga. 

Amanah sehat dari Allah saat ini wajib dijaga dengan sebaik-baiknya

Entah berapa orang diluar sana yang sampai saat ini berjuang dengan sakitnya, banyak mengorbankan waktu, tenaga, harta untuk kembali merasakan sehat. Diluar keluhan-keluhan yang masih saja muncul dari mulut dan hati ini, rasa malu tiba-tiba menyeruak, malu karena masih kurang bersyukur atas nikmat-Nya.

Tulisan ini benar-benar cerita/curhat ya, tapi aku merasa ini momen yang bermakna bagi kami saat itu sehingga sepertinya patut untuk diceritakan kembali. 

Comments

  1. Jadi inget mau lebaran 4 tahun lalu mbak. Aku juga sama. Sebelum lebaran sakit DBD padahal udh beli tiket pesawat jauh2 hari. Tapi Alhamdulillah beberapa hari mau berangkat boleh pulang dengan bawa obat2an. Jadi ikutan curhat di sini. Hihi

    ReplyDelete
  2. MAaf lahir batin juga ya mbak. Rencana kadang gak berjalan dengan lancar ya mbak, suami sakit ya sebelum lebaran, yang penting skr sudah sehat ya mbak, sehat2 selalu untuk keluarga. Enak juga ya mudik naik travel jadi ga lelah nyetir kendaraan

    ReplyDelete
  3. Sebuah pengalaman yg berharga yaa dan semoga beliau sehat seterusnya. Alhamdulillah ada travel ya dan tidak khawatir kehabisan tiket meski musim lebaran. Alhamdulillah juga ada asuransi jadi dimudahkan.

    ReplyDelete
  4. Curhatnya juga bikin haru nih, alhamdulillah sudah sehat kembali dan jadi pengalaman juga buat anak-anak pastinya ya, maaf lahir batin juga mbak

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah, udah sembuh kalau sekarang ya, Mbak. Saya juga pernah merasakan. Anak pertama demam saat malam takbiran. Trus pernah juga terkena Typus saat Lebaran. Ketika semua orang bersukacita dan halbil, saya hanya berdua dengan anak di rumah. Sakit di saat hari raya memang rasanya gimana gitu, ya. Tapi, tetap bersyukur karena masih diberi kesembuhan. Alhamdulillah.

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah, sehat-sehat ya mbak Nisa dan keluarga. Beberapa teman dan saudaraku juga kemarin tidak sempat ikut merasakan suka cita hari raya karena mereka sedang rawat inap di rumah sakit karena dbd. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan ya mbak, mohon maaf lahir dan batin.

    ReplyDelete
  7. Masyaallah ada ujian hidup ya mak. Pengennya lebarans emua sehat dan bisa kumpul ternyata ada yg diuji sakit. Alhamdbulilah sekarang semuanya sudha terlewati. Sehat2 sellau mbak nisa dan keluarga. Maaf lahir batin ya

    ReplyDelete
  8. Maaf lahir dan batin juga ya, Mak. Masya Allah tulisan Mak ini mengingatkanku, bahwa nikmat sehat itu tiada taranya. Kecapekan bekerja, pola makan yg tidak baik, kurang olahraga, semua itu bisa memicu jadi penyakit.

    Terima kasih banget sudah mengingatkan. Dan semoga suami Mbak segwra pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi.

    ReplyDelete
  9. Perasaannya pasti campur aduk juga ya mba dengan kondisi begitu. Syukurlah semuanya kemudian baik baik saja. Ada hikmah juga yang diperoleh. Semoga slalu sehat ya mba dan bisa menikmati masa masa bersama keluarga dengan penuh hikmah

    ReplyDelete
  10. Ikut senang mbak karena sudah sehat
    Waktu jelang Lebaran malah saya berduka karena suami sahabat saya berpulang
    Pas banget sudah sampai dari perjalanan mudik
    Ya Allah beneran "pulang selamanya" kata sahabatku

    ReplyDelete
  11. Oh Hermina Depok, tempat yang sering kukunjungi buat cek kesehatan anak2 zaman masih tinggal di Depok dulu.
    Waahh lebaran2 malah sakit, sedang LDM pula, kebayang kudu segera datang supaya bisa mendampingi suami ya mbak. Penasraan travelnya gampang dapatinnya ya mbak?
    Untungnya masa2 itu sudah dilewati dengan baik. Semloga selanjutnya selalu sehat2 sekeluarga ya aamiin.

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah udah sembuh yaa, mertuaku setelah lebaran masuk rumah sakit dan hari ini baru boleh pulang

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah tidak ada yang serius dengan sakitnya pak Suami ya mbak. Semoga sehat terus, dan walau masih harus LDM, komunikasi dan keharmonisan keluarga selalu terjaga dengan baik

    ReplyDelete
  14. Syafahullah untuk suami yaa, teh..
    Beneran terasa banget nikmat Allah untuk bisa berkumpul kembali dengan keadaan sehat. Anak-anak tetap riang dan semoga diberi kesehatan yang paripurna.

    Mohon maaf lahir batiin...
    Taqabbalallahu minna wa minkum.

    ReplyDelete
  15. Buat saya yang selalu barengan suami, kerasa banget curhatanmu, mom. Keluar kota sehari aja rasanya ada yang kurang, apalagi LDM gini yaaaa huhuuuu...pasti rindunya menggunung. Manalah sakit pula, tentu hati rasa khawatir luar biasa. Bisa mendampingi suami saat sakit tentu menjadi momen berharga. Sehat2 selalu untuk pak suami dan seluruh anggota keluarga ya mom.

    ReplyDelete
  16. Ga kebayang paniknya pas suami dirawat, anak anak juga pasti sedih ya mak liat papanya di RS.. alhamdulillah tp sekarang suami sehat sehat.. semoga terus sehat sekeluarga yaa mak.. aamiin

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah suami udh sehat lagi ya mba. Memang terkadang hal begini malah bikin kita jadi lebih bersyukur akan nikmat sehat. Banyak yg menganggap itu rezeki biasa, padahal setelah terkena sakit parah, baru tahu kalo sehat itu rezeki yang paling utama utk disyukuri seharusnya

    Semoga kita semua tetap diberi nikmat sehat oleh gusti allah. Tetep dijaga dengan olahraga dan makanan juga.

    ReplyDelete
  18. H-1 sebelum lebaran dan suami harus rawat inap, bener-bener bikin kalut ya mbak, biasanya di seminggu sebelum lebaran orang-orang sibuk dengan keperluan lebaran. Dan alhamdulillah sekarang suami sudah kembali sehat
    semoga selalu diberi kesehatan sekeluarga mbak

    ReplyDelete

Post a Comment